Oleh : Guruku Tercinta
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia
berkata: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya
sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan
mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan
mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana
berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau
telah memilih fitrah.
Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika
Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril.
Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah
ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami.
Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.
Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang
bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang
bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia
telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam
as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan
kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang
bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu?
Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab
Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah
dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.
Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya:
Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad,
jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah
diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku
dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada
tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta
dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa
bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia
telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia
menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam.
Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya
lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus?
Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia
menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit
ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya:
Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah
ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana
aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur.
Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan
tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang
dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika
atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka
suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu
melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan
salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw.
Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku
menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu,
mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah
mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai
Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat
dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah
mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup
melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak
henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah
berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat
sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima
salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk
kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya.
Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya
barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak
sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan.
Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia
masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku
menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu
kepada-Nya. (Shahih Muslim No.234)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar