oleh : Naidy Al-Batavia
Sungguh jalanan paling licin yang
bahkan kaki ulamapun tergelincir di atasnya adalah ketamakan.
Tiada yang lebih baik dari dua
kebaikan : Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih
buruk dari dua kejahatan : Syirik pada Allah dan merugikan manusia.
Tiga tanda kesempurnaan iman : Kalau
marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran. Kalau senang, senangnya tidak
membawanya pada kebatilan. Ketika mampu membalas, ia memafkan.
Tertipulah yang melakukan tiga
perkara : Membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tidak
dipercaya, dan menghasratkan apa yang tak dimiliki.
Dengannya Allah kuburkan kedengkian;
Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina
dimulyakan. Yang tinggi direndahkan.
Berbagi rezeki dengan tulus, berbakti
pada orang tua, berbuat baik pada sesama, mengubah duka menjadi bahagia dan
menambah usia.
Semua ilmu ada pokok bahasannya.
Pokok bahasan ilmu para Nabi adalah manusia… Mereka datang untuk mendidik
manusia.
Orang paling baik adalah orang yang
kita harapkan kebaikannya dan kita terlindung dari keburukannya.
Jika orang dapat empat hal, ia dapat
kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang
tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.
Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan
setelah dosa? Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa, kebaikan menghapuskan
keburukan.
Manusia Paling baik adalah orang yang
dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar
dalam kesulitan.
Tiga manusia tidak akan dilawan
kecuali oleh orang yang hina: orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya,
orang cerdas cendikia dan imam yang adil.
Tiada musibah yang ,ebih besar
daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu
sekarang ini.
Hati Adalah Ladang. Sesungguhnya
setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan
jarum, lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya
hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karna jika
tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik), niscaya tumbuh
sebahagiannya.
Allah menyembunyikan murka-Nya di
dalam kemaksiatan. Maka jangan meremehkan maksiat sekecil apapun. Karena kita
tidak akan pernah tahu maksiat yang mana yang mendapat murka Allah.
Tidak ada yang pasti terjadi di dunia
kecuali kematian. Dan tidak ada yang lebih dekat dari kita kecuali kematian.
“Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh
Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya.
1. Pemimpin yg adil,
2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’,
6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dr kedua matanya” (HR. Bukhari & Muslim)
1. Pemimpin yg adil,
2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya,
3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid
4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’,
6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan
7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirlah air mata dr kedua matanya” (HR. Bukhari & Muslim)
“Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman Bin
Shakhr RA, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat
bentuk tubuhmu dan tidak pula melihat rupamu tetapi Allah melihat hatimu.” (HR.
Muslim)
Rasulullah SAW bersabda: “Barang
siapa dilanda kesusahan dalam suatu masalah hendaklah dia mengucapkan Laa Haula
wa laa quwwata illa bil-laahil ‘aliyyil-’azhiim’ (Tiada daya dan tiada kekuatan
kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi lagi Maha Agung” (H.R Baihaqi
dan Ar Rabi’i)
Allah menyembunyikan ridha-Nya di
dalam kebaikan. Maka jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun. Karena kita
tidak akan pernah tahu kebaikan yang mana yang mendapat ridha Allah.
Tutuplah pintu-pintu masuk Syaithan,
yaitu: sombong, marah, makan berlebihan, berhias bukan untuk suami/istri,
mengumpul-ngumpulkan harta, iri, dengki, dan syirik.
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai
Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi
Orang-Orang yang Khusyu. (Al Baqarah : 45).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar